Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. 1448 H

25 Agustus 2026 — Malam yang indah untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad S.A.W. ke-1448 H di masjid Baitul Qur’an Subang. Bukan hanya sekedar memperingati, tapi menghadiri cahaya nubuwah yang lahir di muka bumi seribu empat ratus abad silam.

Pada selasa malam setelah isya, seluruh santri ikhwan-akhwat duduk rapih di tengah masjid sembari menunggu kegiatan peringatan Maulid Nabi dimulai. Tak luput para asatidz yang ikutserta dalam acara tersebut. Tim hadrah dengan sigap mengisi sela-sela acara agar suasana tetap meriah. Tidak hanya sekedar membuat “wah”, tetapi juga menanamkan rasa cinta kepada nabi melalui lantunan shalawat dan qasidah.

Para santri dengan rasa gembira mengikuti setiap ketukan darbuka dan dentuman bass dengan suara Tak alat tam membuat dalam masjid seolah tak kenal hening. bersama-sama melantunkan shalawat sebagai bukti keseriusan dan kecintaan mereka terhadap nabi.

Acara bermula dengan sambutan dari Ustad Maun, M.Sos. selaku ketua pelaksana acara Maulid Nabi, juga Ustad Saifullah S.H. sebagai ketua DKM Baitul Qur’an Subang. Kemudian berlanjut dengan shalawat dari tim hadrah sebelum mencapai acara inti. Hingga akhirnya puncaknya yaitu tausiyah peringatan Maulid Nabi dan Ustad Miftahussurur, Lc. selaku pengisi tausiyah kegiatan malam ini.

Dalam penyampaian beliau, Surat At-Taubah ayat 128 yang bunyinya:

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِي

Ayat ini menyampaikan tentang keindahan akhlak Rasulullah S.A.W. yang memiliki derajat tertinggi di muka bumi. Pengaruh beliau dari daerah pasir yang terik nan tandus dapat mencapai sepertiga dunia. Kehebatan beliau sudah diakui oleh para muslim secara umum dan para pakar non-muslim terkhususnya. Hingga Rasulullah dinobatkan sebagai orang pertama yang paling berpengaruh di dunia dalam buku “100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia” yang dikarang oleh Michael H. Hart.

Pengakuan dari penulis ini tidak dilihat dari seberapa baik atau buruk dalam watak tokoh, tapi seberapa berpengaruhnya peradaban karena sosok beliau. Maka Rasulullah sangatlah pantas menjadi sosok pengubah peradaban masa depan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun duniawi.

Kita selaku umat beliau, harusnya kita meneladani akhlak karimah beliau, suri teladan beliau, dari segala aspek yang beliau lakukan dalam keseharian. Tidak hanya itu, kita harus peduli sesama, karena Rasulullah pun memikirkan umatnya. Peduli kepada umatnya agar dapat menjadi lebih baik. Dan dengan rasa cinta sesama, maka kelak akan saling bertemu di surga.

Setelah penyajian materi Ustad Miftahussurur, Lc. yang begitu berdaging, terdapat penampilan Syahril Qur’an oleh tiga akhwat yang menyajikan perjuangan nabi dan menuturkan keindahan akhlak sang nabi. Acara terus berlanjut hingga malam semakin mencapai puncaknya.

Kegiatan yang berlalu tidak untuk mengenang sejenak, tetapi menanam rasa cinta abadi untuk Sang Nabi. Bukan sekedar simpati tapi penuh rasa mengabdi. Abdi sosok manusia terbaik, yang kebaikannya terasa tak terhenti. Melanjutkan perjuangannya sebagai bukti cinta sejati.

 

Created by: Faiz Damar P.

Faiz Damar | Kelas XII
Faiz Damar | Kelas XII
Articles: 8